Speaker Monitor
- Jumlah: 2
- Kondisi : baik
Spesifikasi
Ukuran Driver (Woofer dan Tweeter):
Woofer: biasanya 4"–8", memengaruhi respons frekuensi rendah.
Tweeter: sekitar 1", untuk frekuensi tinggi yang jernih.
Respons Frekuensi:
Rentang ideal: 50 Hz – 20 kHz atau lebih lebar.
Semakin lebar, semakin akurat untuk mixing/mastering.
Daya Output (Watt):
Semakin tinggi watt, semakin besar volume dan headroom.
Biasanya antara 20W–100W per speaker.
Jenis Amplifikasi:
Active (built-in amplifier) vs Passive (butuh amplifier eksternal).
Studio monitor modern umumnya bertipe active.
Input dan Konektivitas:
XLR, TRS (1/4"), RCA, dan kadang Bluetooth.
Pastikan kompatibel dengan audio interface atau mixer.
Fungsi
Referensi Suara yang Akurat: Studio monitor dirancang untuk menghasilkan suara dengan respons frekuensi datar (flat), artinya tidak menambahkan warna atau efek pada suara. Ini memungkinkan produser dan engineer mendengar detail asli dari rekaman.
Membantu Mixing dan Mastering: Karena tidak memanipulasi suara seperti speaker konsumen, studio monitor sangat penting dalam proses mixing dan mastering agar hasil akhir terdengar baik di berbagai perangkat.
Monitoring Langsung di Panggung: Dalam konteks live performance, speaker monitor digunakan agar musisi dapat mendengar suara mereka sendiri atau instrumen lain dengan jelas saat tampil di panggung.
Deteksi Kesalahan Produksi: Dengan keakuratan tinggi, studio monitor membantu mendeteksi noise, distorsi, atau ketidakseimbangan frekuensi yang mungkin terlewat jika menggunakan speaker biasa
Cara Kerja
Tempatkan Monitor dengan Benar
Letakkan speaker membentuk segitiga sama sisi dengan posisi dudukmu.
Tinggi tweeter harus sejajar dengan telinga.
Jarak dari dinding belakang minimal 30–60 cm untuk menghindari pantulan bass berlebih.
Gunakan Audio Interface
Sambungkan studio monitor ke audio interface menggunakan kabel XLR atau TRS (1/4").
Hindari menggunakan jack 3.5 mm atau RCA jika memungkinkan, karena kualitasnya lebih rendah.
Atur Volume dan Gain
Mulai dengan volume rendah, lalu naikkan perlahan.
Pastikan tidak ada distorsi atau clipping.
Kalibrasi dan EQ (Opsional)
Beberapa monitor memiliki kontrol EQ di belakang (high/low shelf, room correction).
Sesuaikan berdasarkan karakter ruanganmu.
Gunakan dengan DAW (Digital Audio Workstation)
Monitor akan menjadi output utama saat kamu mixing/mastering di software seperti FL Studio, Ableton, Logic Pro, dll.
Perhatikan Akustik Ruangan
Gunakan peredam suara (foam, panel akustik) untuk mengurangi pantulan.
Hindari ruangan kosong atau terlalu banyak permukaan keras.