Nebulizer Nebulizer

Nebulizer

  • Jumlah: 1
  • Kondisi : baik

Spesifikasi

Komponen / Aspek

Spesifikasi / Deskripsi Umum

Nama alat

Nebulizer (Alat Uap Inhalasi)

Fungsi utama

Mengubah obat cair menjadi partikel aerosol halus agar mudah dihirup ke saluran pernapasan

Jenis alat

- Nebulizer kompresor (pneumatik)

  • Nebulizer ultrasonik (gelombang suara)

  • Nebulizer mesh (mikromesh / portabel modern) |
    | Media yang digunakan | Obat cair bronkodilator, mukolitik, saline, atau kortikosteroid (misalnya salbutamol, ipratropium, NaCl 0.9%) |
    | Sumber daya | Daya listrik (AC 220V, 50Hz) atau baterai isi ulang (pada model portabel) |
    | Tekanan kerja (kompresor) | 0,2–0,4 MPa |
    | Kecepatan aliran udara | 5–8 L/menit |
    | Ukuran partikel aerosol (MMAD) | 1–5 mikrometer (μm) → optimal untuk mencapai bronkiolus dan alveoli |
    | Kapasitas obat | 2–8 mL |
    | Laju nebulasi (atomisasi) | 0,2–0,5 mL/menit (tergantung model dan jenis obat) |
    | Kebisingan alat | < 60 dB (seperti suara percakapan normal) |
    | Suhu kerja optimal | 10 °C – 40 °C |
    | Berat alat | ± 1–2 kg (kompresor) atau < 500 gram (portable mesh) |
    | Material utama | Plastik ABS tahan panas, kaca / PVC untuk cup obat, dan silikon untuk masker |
    | Komponen utama | 1. Unit utama (kompresor / generator)

  1. Selang udara (air tube)

  2. Cup obat (nebulizer chamber)

  3. Masker / corong (mouthpiece)

  4. Filter udara |
    | Contoh merek umum | Omron NE-C801, Philips Respironics InnoSpire, Beurer IH58, Rossmax, BMC, Yuwell |

Fungsi

Kondisi Medis

Tujuan Penggunaan Nebulizer

Asma bronkial

Mengantarkan bronkodilator untuk membuka saluran napas yang menyempit.

PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)

Melonggarkan lendir dan mengurangi sesak napas.

ISPA / Bronkitis

Mengantarkan obat antiinflamasi dan mukolitik ke paru.

Alergi saluran napas / sinusitis

Mengurangi peradangan dan mengencerkan lendir.

Perawatan pascaoperasi paru / anak-anak

Membantu memudahkan pernapasan dan penyerapan obat tanpa menelan tablet.

Cara Kerja

  1. Persiapan Obat

    • Obat cair (misalnya salbutamol, NaCl 0,9%, atau ipratropium) dimasukkan ke dalam cup nebulizer(biasanya 2–5 mL).

    • Cup obat dihubungkan ke unit mesin nebulizer menggunakan selang udara.

  2. Pembentukan Tekanan / Getaran

  • Ketika alat dinyalakan, sumber energi (listrik atau baterai) menggerakkan sistem utama yang menghasilkan:

    • Udara bertekanan tinggi (pada nebulizer kompresor), atau

    • Getaran frekuensi tinggi (pada nebulizer ultrasonik atau mesh).

      1. Atomisasi (Pengubahan Cairan Jadi Kabut)

  • Aliran udara atau getaran tersebut memecah cairan obat menjadi partikel-partikel mikroskopis(berukuran 1–5 mikrometer).

  • Proses ini disebut atomisasi atau nebulasi.

    1. Inhalasi oleh Pasien

  • Kabut (aerosol) yang dihasilkan keluar melalui masker atau corong.

  • Pasien menghirup kabut secara perlahan dan dalam-dalam selama 10–15 menit, hingga semua obat habis.

    1. Penyerapan di Paru-paru

  • Partikel aerosol halus masuk ke saluran napas bagian bawah (bronki dan alveoli).

  • Obat bekerja langsung pada jaringan paru untuk:

    • Melebarkan saluran napas (bronkodilatasi),

    • Mengencerkan lendir,

    • Mengurangi peradangan,

    • Mempermudah pernapasan.

    1. Sisa dan Pemeliharaan

  • Setelah terapi selesai, sisa obat dan komponen (masker, cup, selang) dibersihkan dan dikeringkan untuk mencegah infeksi silang.