Microphone Microphone

Microphone

  • Jumlah: 2
  • Kondisi : baik

Spesifikasi

  • Jenis Mikrofon: Condenser, side-address

  • Polarisasi: Cardioid (pola tunggal)

  • Desain Diafragma: Dual-diaphragm besar dengan lapisan Mylar berlapis emas

  • Rentang Frekuensi: 20 Hz – 20 kHz

  • Sensitivitas: −34 dBV/Pa (20 mV)

  • Impedansi Output: 120 ohm

  • SPL Maksimum: 139 dB SPL

  • Rentang Dinamis: 120 dB

  • Self-noise: 9.5 dB SPL-A

  • Filter Pop: Internal dan eksternal untuk kontrol proximity yang halus

  • Shock Mount: Internal untuk mengurangi getaran mekanis

  • Konektor: XLR 3-pin, balanced

  • Kebutuhan Daya: Phantom power 48V DC

Fungsi

  • Rekaman Vokal Studio: Dirancang untuk menangkap vokal dengan kejernihan tinggi, detail halus, dan karakter alami.

  • Mengurangi Efek Proximity: Dengan desain dual-diaphragm dan filter pop internal, KSM42 meminimalkan efek bass berlebih saat penyanyi dekat dengan mikrofon.

  • Rekaman Voice-over dan Podcasting: Cocok untuk narasi, audiobook, dan podcast karena mampu menangkap suara dengan sangat jernih dan minim noise.

  • Broadcast dan Siaran Profesional: Digunakan dalam studio siaran untuk kualitas suara yang bersih dan profesional.

  • Instrumen Akustik (opsional): Meski dioptimalkan untuk vokal, KSM42 juga bisa digunakan untuk instrumen seperti gitar akustik atau piano, terutama dalam pengaturan studio.

Cara Kerja

  • Siapkan Peralatan Pendukung

    • Audio interface atau preamp dengan phantom power 48V

    • Kabel XLR berkualitas baik

    • Stand mikrofon dan shock mount (sudah termasuk dalam paket KSM42)

    • Pop filter eksternal (jika diperlukan tambahan)

  • Pasang Mikrofon

    • Pasang KSM42 ke shock mount dan stand mikrofon

    • Pastikan posisi mikrofon tegak dan stabil

    • Arahkan bagian depan mikrofon (logo Shure) ke arah sumber suara

  • Hubungkan ke Audio Interface

    • Sambungkan kabel XLR dari mikrofon ke input audio interface

    • Aktifkan phantom power (48V) di interface atau mixer

  • Posisikan Mikrofon

    • Jarak ideal dari mulut: sekitar 15–30 cm

    • Gunakan pop filter untuk mengurangi plosif (bunyi “P”, “B”, dll)

    • Hindari posisi langsung sejajar dengan mulut untuk mengurangi efek proximity

  • Atur Gain dan Monitoring

    • Atur gain input agar tidak clipping (merah)

    • Gunakan headphone untuk monitoring agar tidak terjadi feedback

  • Rekam dan Evaluasi

    • Lakukan tes rekaman pendek

    • Dengarkan hasilnya dan sesuaikan posisi atau gain jika perlu